1. Segmentation
a. Definisi :
Definisi dari segmentasi pasar adalah
pemasaran atau memperkenalkan produk yang melibatkan konsumen langsung untuk
tujuan pemenuhan kebutuhan umum atau prioritas. Segmentasi pasar juga bagian
dari kegiatan membagi-bagi beberapa kebutuhan, perilaku, karakteristik
konsumen. Dalam hal menganalisis konsumen dibutuhkan adanya observasi langsung
agar pengelompokkan dapat efektif.
b. Kriteria dalam segmentasi pasar :
1. Segmentasi adalah sesuatu yang dapat mengukur
sejauh mana kebutuhan konsumen baik itu umum maupun prioritas
2. Keuntungan adalah hasil yang didapatkan pada
usaha maksimal, apabila dikeluarkannya produk baru sesuai dengan pemenuhan
kebutuhan konsumen tentu saja akan membuat perusahaan mendapatkan profit yang
lebih.
3. Karena adanya observasi atau penelitian
langsung maka apabila perusahaan memproduksi barang baru yang telah diteliti
untuk pemenuhan kebutuhan sebelumnya, maka produk tersebut akan bertahan lama
di pasar.
4. Segmentasi atau pengelompokkan memungkinkan
untuk menjangkau pelanggan melalui organisasi, atau media yang berhubungan
dengan promosi.
5. Segmentasi berguna dalam hal marketing mix
yaitu alat-alat yang digunakkan untuk pemasaran.
6. Measurability, yaitu ciri-ciri atau
sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
7. Accessibility, yaitu suatu keadaan dimana
perusahaan dapat secara efektif memusatkan (mengarahkan) usaha pemasarannya
pada segmen yang telah dipilih.
8. Substantiability, yaitu segmen pasar harus
cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan
program-program pemasarannya.
c. Metode yang dilakukan dalam segmentasi pasar,
yaitu :
1. Segmentasi geografis
Segmentasi
geografi adalah pengelompokkan berdasarkan tempat wilayah, daerah, negara,
bahasa, kota, lingkungan, dan kode pos. Segementasi geografis. Hubungannya
antara wilayah dan segmentasi pasar yaitu wilayah sebagai titik tumpu atau
acuan dalam melakukkan pemasaran. Misalnya pengelompokkan wilayah, Bogor
sebagai kota hujan maka kebanyakan target pasarnya adalah masyarakat yang
melakukkan aktifitas di luar rumah maka barang yang akan dipasarkan berupa
payung atau jas hujan.
2. Segmentasi demografi
Segmentasi
demografi adalah pengelompokkan pemasaran terutama dalam hal usia, jenis
kelamin, jumlah penghasilan, etnis atau agama, siklus kehidupan keluarga.
Misalnya di Indonesia banyak tingkat kelahiran terutama bayi, maka kebutuhan
untuk bayi itu sendiri diperlukkan, maka di Supermarket dijual susu formula
untuk bayi, target pasarnya terutama orangtua yang memiliki bayi, sesuai
pengelompokkannya berdasarkan umur, bayi dapat mengkonsumsi susu formula
berdasarkan perkiraan umurnya. Ini yang disebut segmentasi demografi.
3. Segmentasi perilaku
Segmentasi
perilaku adalah pengelompokkan-pengelompokkan pasar berdasarkan perilaku yang
meliputi sikap, tingkat penggunaan atau tanggapan terhadap suatu produk. Misalnya Produk yang menjual barang bermerk
untuk orang orang kalangan atas, respon positif yang diberikan konsumen yaitu
tingkat kepuasan yang tinggi karena berpengaruh dalam gaya hidupnya.
4. Segmentasi psikologis
Segmentasi
psikologis lebih memperlihatkan lifestyle atau gaya hidup. Hubungannya dengan
pemasaran yaitu pengelompokkan berdasarkan aktifitas, minat, opini yang sama
dalam sebuah kelompok masyarakat. Segmentasi ini mengidentifikasi gaya hidup
mempengaruhi ketahanan produk di pasaran. Misalnya handphone yang canggih
dijual di pasaran selain untuk berkomunikasi handphone ini menjual lifestyle
karena dibeli oleh sekelompok masyarakat yang memiliki uang untuk membelinya.
2. Targeting
a. Definisi
Targeting adalah proses menyeleksi, memilih
dan menarik pasar. Penetapan targeting yang adalah target pasar. Target pasar
adalah bagian atau kelompok yang terfokus menjadi tujuan dari targeting atau
proses pemasaran. Targeting dilakukkan setelah pengelompokkan beberapa
karakteristik target pasar. Targeting adalah proses lanjutan dari segmentasi,
dimana perusahaan tersebut harus mampu mendekati dan mengidentifikasi
pelanggan.
Menurut Ariadi Abimanju, targeting
adalah mengenal segmen pasar yang telah ditentukan dan merencanakan cara apa
yang paling optimal agar segmen pasar memberikan kemungkinan paling besar untuk
membeli produk yang akan dijual/dipasarkan. Penentuan targeting sangat
tergantung dari hal-hal seperti karakter produk, karakter segmentasi, dan
tingkat persaingan pada segmen yang sudah dipilih. Targeting ini
menentukan kepada siapa target market dari suatu produk, apakah kepada semua
orang, sebagian orang atau orang-orang tertentu yang memiliki kekhususan.
b. Metode targeting :
1. Mass marketing
Mass
marketing atau pemasaran masal adalah cara yang dilakukan dalam kegiatan
marketing dengan melakukan promosi ke beberapa wilayah dengan satu tawaran dan kemudian pergi setelah promosi itu
sendiri dilakukkan, mass marketing mengutamakan mempersuasi orang banyak lewat
media promosi. Target pasar yang cangkupannya luas dan memakai media komunikasi
seperti radio, televisi, dan surat kabar.
2. Differentiated marketing strategy
Diferensiasi segmen adalah keadaan dimana
perusahaan membedakkan segmen pasar, perusahaan menawarkan beberapa segmen
pasar yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen, kemudian memberikan varian atau
penawaran terbaru di segmen tertentu. Misalnya hand sanitizer, untuk memenuhi
kebutuhan konsumen karena hand sanitizer adalah produk yang memudahkan
seseorang agar tangannya tetap bersih tanpa harus mencuci tangan di kamar
mandi. Banyak orang mengkonsumsi ini karena dibutuhkan di saat-saat tertentu
agar lebih praktis. Ini adalah salah satu contoh diferensiasi segmen.
3.
Concentrated marketing
Concentrated
marketing adalah usaha perusahaan berkonsentrasi melayani kebutuhan dalam
kelompok tertentu karena tidak semua orang bisa menikmati produk yang tersedia.
Hanya kriteria tertentu yang bisa mengkonsumsi produk tersebut. Misalnya
produk-produk yang dibuat untuk dikonsumsi oleh otangtua 50 tahun keatas yaitu
susu khusus lansia atau popok khusus untuk lansia.
4. Market coverage
strategy
Market coverage strategy merupakan strategi yang dilakukan dengan
menggunakan sistem membership serta produk tidak dijual bebas (hanya di toko
sendiri) sehingga dapat memudahkan konsumen dan produsen. Selain itu dalam
proses jual belinya, produsen memiliki database berupa nama, nomor handphone,
alamat konsumen. Gunanya untuk menarik target pasar karena dengan adanya
membership selain memudahkan konsumen terkadang konsumen diberikan penawaran
khusus agar target pasar tercapai. Misalnya berbagai macam penawaran dari toko
yang menyediakan membership untuk bergabung menjadi pembeli tetap.
3. Positioning
a. Definisi
Positioning adalah tindakkan yang dilakukan
atau usaha yang dilakukkan perusahaan dalam menciptakan sesuatu yang dapat
diingat konsumen dengan cara menanamkan suatu image baru tentang produk, merk,
dan secara keseluruhan tentang perusahaan.
Yang dijual atau diperkenalkan kepada konsumen yaitu citra perusahaan
dan penawaran nilai. Positioning adalah salah satu bagian dari strategi pemasaran
karena positioning dapat disebut juga sebagai usaha dalam membrandingkan atau menemukan
suatu celah di benak konsumen agar konsumen mempunyai image yang khusus
terhadap produk atau merk produk atau bahkan terhadap perusahaan.
b. Metode positioning
1. Penentuan posisi menurut atribut
Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan atribut produk, dapat dikatakkan atribut produk adalah hal yang melengkapi produk itu sendiri yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti ukuran, lama keberadaannya. Misalnya Nestle dapat membrandingkan produk Milo, Milo adalah salah satu atribut dari perusahaan nestle yang dijual atas nama nestle tetapi menonjolkan atribut milo.
Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan atribut produk, dapat dikatakkan atribut produk adalah hal yang melengkapi produk itu sendiri yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti ukuran, lama keberadaannya. Misalnya Nestle dapat membrandingkan produk Milo, Milo adalah salah satu atribut dari perusahaan nestle yang dijual atas nama nestle tetapi menonjolkan atribut milo.
2. Penentuan posisi menurut manfaat
Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai sesuatu yang utama dalam menentukkan manfaat tertentu. Misalnya Seaworld ancol didirikan untuk tempat hiburan keluarga dalam menikmati suasana bawah laut.
Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai sesuatu yang utama dalam menentukkan manfaat tertentu. Misalnya Seaworld ancol didirikan untuk tempat hiburan keluarga dalam menikmati suasana bawah laut.
3. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan Seperangkat
nilai-nilai penggunaan atau penerapan, inilah yang digunakan sebagai unsur yang
ditonjolkan dibandingkan pesaingnya.
4. Penentuan posisi menurut pemakai
Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih komunitas atau kelompok masyarakat, Tergantung dalam lingkungannya jenis produk apa yang akan di produksikan serta diperkenalkan. Misalnya sergam SMA yang dibutuhkan oleh siswa siswi SMA.
Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih komunitas atau kelompok masyarakat, Tergantung dalam lingkungannya jenis produk apa yang akan di produksikan serta diperkenalkan. Misalnya sergam SMA yang dibutuhkan oleh siswa siswi SMA.
5. Penentuan posisi menurut pesaing
Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara utuh sebagai identitas perusahaan dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing. Contohnya branding merk pasta gigi yang sudah melekat di masyarakat yaitu pepsodent
Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara utuh sebagai identitas perusahaan dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing. Contohnya branding merk pasta gigi yang sudah melekat di masyarakat yaitu pepsodent
6.Penentuan posisi menurut kategori produk
Disini produk diposisikan sebagai sesuatu yang utama dalam suatu kategori produk. Misalnya Produk yang bermerk sabun lebih menonjolakan sabunnya.
Disini produk diposisikan sebagai sesuatu yang utama dalam suatu kategori produk. Misalnya Produk yang bermerk sabun lebih menonjolakan sabunnya.
7. Penentuan posisi harga atau kualitas
Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik. Kualitas menentukan tolak ukur sebuah harga maka apabila ingin pemasukan perusahaan tersebut maju, maka tingkatan kualitas diperhatikkan oleh konsumen. Sehingga konsumen dapat menilai baik buruknya produk tersebut.
Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik. Kualitas menentukan tolak ukur sebuah harga maka apabila ingin pemasukan perusahaan tersebut maju, maka tingkatan kualitas diperhatikkan oleh konsumen. Sehingga konsumen dapat menilai baik buruknya produk tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar