Kamis, 04 September 2014

Marketing Mix



Pengertian Marketing Mix
Marketing mix adalah alat, unsur atau bagian yang digunakkan untuk tujuan bisnis dalam sebuah perusahaan untuk mencapai target perusahaan itu sendiri, seperti pemenuhan target pasar, mendapatkan respon dari target pasar dengan cara meyakini object yang dituju, dan pengembangan konsep pemasaran yang telah dibentuk sebelumnya.
Pengertian Marketing Mix menurut P.Kotler
Menurut Kotler, “Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the target market”. yang kurang lebih memiliki arti bahwa Marketing mix adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.

1.      Produk
Definisi produk menurut Philip Kotler adalah : “A product is a thing that can be offered to a market to satisfy a want or need” . Produk adalah sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, pembelian, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan.
Produk adalah sebuah item berupa bentuk fisik yang ditawarkan dalam pemasaran untuk memenuhi permintaan konsumen, produk atau barang itu sendiri diproduksi agar dapat memenuhi permintaan pasar. Dalam hal ini pemasaran harus lebih memperhatikan jenis produk yang tentu saja berkaitan dengan merk, bagaimana sumber daya perusahaan produk itu sendiri, dan berapa lama produk tersebut dapat bertahan dalam pasar, bahkan observasi langsung agar menemukan cara baru untuk mengganti keberadaan produk lama dan yang baru.
Dalam sebuah produk, ada baiknya memperhatikan bagian dari produk itu sendiri misalnya bentuk atau desain yang menarik agar produk yang dihasilkan memiliki nilai estetis yang dapat dijual ke pasar, dan tentu saja semua itu tidak dapat terlepas dari teknologi dalam hal pengolahan, sebuah produk harus memiliki kegunaan atau fungsi yang tepat sesuai sehingga selain memiliki nilai estetika yang nyaman dipandang, produk juga memiliki fungsi yang sesuai agar tepat memenuhi target pasar, kenyamanan yang diberikan untuk konsumen tentu memiliki nilai tersendiri atau kepuasan konsumen, produk yang berkualitas, pengemasan yang menarik serta sesuai dengan produk, nama produk atau merk yang dapat mewakili perusahaan yang memproduksi produk, serta garansi produk atau plus point yang diberikan oleh perusahaan untuk konsumen sehingga dapat meyakini konsumen terhadap produk itu sendiri.­­

2.      Price
Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “Price is the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all the value that consumers exchange for the benefits of having or using the product or service”. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa.
Harga atau price adalah salah satu komponen dari marketing mix, harga adalah satuan nilai yang dimiliki dalam sebuah produk, berupa jumlah yang diuangkan dan menjadi nilai tukar konsumen untuk sebuah produk. Semakin tinggi kualitas produk, keindahan serta fungsi yang dimiliki produk sesuai dengan permintaan konsumen maka harga atau nilai jualnya semakin tinggi. Harga melihat target pasar, apabila produk sudah ditentukan untuk target pasar, maka disesuaikan pula nilai jual produk tersebut sesuai dengan targetnya, mulai dari harga tinggi sampai terjangkau. Perusahaan juga harus memperhatikan harga pesaing lain untuk membandingkan apakah sudah tepat sesuai dengan target pasarnya.

3.      Place
Definisi menurut Philip Kotler mengenai place adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran.
Place adalah tempat terjadinya transaksi antara produsen dan konsumen, place memegang peranan penting dalam hal pemasaran, maka tempat untuk menampung kegiatan transaksi antar produsen dan konsumen sangat diperlukkan, tempat yang mudah memperoleh barang atau produk tertentu yang konsumen butuhkan. Setelah produk sudah dibuat memenuhi target pasar dan harga sudah ditentukan maka perlu adanya transaksi antar dua pihak. Place dibutuhkan untuk kegiatan pemasaran.

4.      Promotion
Dalam marketing mix promosi adalah bagian cara mengkomunikasikan produk yang telah dihasilkan, Setelah semuanya siap untuk dipasarkan, promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan atau memperkenalkan produk agar tercapai target perusahaan. Promosi juga merupakkan kegiatan penjualan produk yang dihasilkan. Dibawah ini merupakkan bagian dari promosi menurut P.Kotler :
a. Advertising (Periklanan)
Suatu promosi barang atau jasa yang sifatnya non personal dilakukan oleh sponsor yang diketahui.
b. Personal selling (Penjualan perorangan)
Penjualan perorangan yang dilakukan oleh para wiraniaga yang mencoba dan membujuk untuk melakukan penjualan sekaligus.
c. Sales promotion (Promosi penjualan)
Suatu kegiatan yang dimaksud untuk membantu mendapatkan konsumen yang bersedia membeli produk atau jasa suatu perusahaan.

d. Public relation (Publisitas)
Suatu kegiatan pengiklanan secara tidak langsung dimana produk atau jasa suatu perusahaan disebarluaskan oleh media komunikasi.

Penjabaran hubungan strategi komunikasi dan strategi pemasaran

      Pertama tama komunikasi adalah hubungan timbal balik antar individu atau kelompok, dan pemasaran adalah proses yang berlangsung saat penjualan atau memperkenalkan produk kepada masyarakat. Komunikasi dan pemasaran memiliki hubungan dalam hal strategi.
      Komunikasi pemasaran lebih memperhatikan produk secara langsung maupun tidak langsung mengenai kebutuhan konsumen jadi lebih melihat target pasarnya, misalnya memberikkan informasi, membujuk atau mempersuasi, mengingatkan konsumen tentang barang atau merk yang dijual. Komunikasi memiliki peranan penting dalam strategi pemasaran karena dengan komunikasi, pemasaran akan berjalan lancar karena akan memberitahukan siapa target pasarnya, kapan produk akan dipakai, dan dimana produk akan digunakkan. Sebagai contoh sebuah perusahaan coklat memproduksi coklat beraneka rasa, perusahaan tersebut memiliki target pasar yaitu untuk semua umur terutama anak-anak dan remaja. Karena perusahaan sudah memiliki target pasar dan tujuan perusahaan yang jelas, diproduksi coklat yang dikemas dengan design sesuai dengan targetnya, kemudian tenggang waktu berapa lama coklat itu akan bertahan di pasaran, dan dimana coklat atau produk itu akan dipasarkan, kemudian berbagai cara yang akan digunakkan dalam mengkomunikasikan agar informasi yang disampaikan dapat diterima oleh pasar.


Strategi komunikasi yang dirumuskan oleh Laswell sebagai berikut :
a.       Who? (Siapakah komunikatornya)
b.      Says what? (pesan apa yang dinyatakannya)
c.       In which channel? (media apa yang digunakannya)
d.      To whom? (siapa komunikannya)
e.       With what effect? (efek apa yang diharapkan)
Sebagai kesimpulan bahwa hubungan strategi komunikasi dan strategi pemasaran yaitu :
1.      Hubungan yang pertama berkaitan dengan siapa orang yang memproduksi sebuah barang yang kemudian akan dipasarkan, strategi komunikasi yang pertama berkaitan erat dengan strategi komunikasi pemasaran yaitu mengenali pelanggan, orang yang ingin menyampaikan pesan harus mengenali pelanggan terlebih dahulu, agar sesuai dengan target pasarnya dengan cara mengidentifikasinya, misalnya target pasarnya adalah wanita karir yang sudah berkeluarga, maka produk yang dibuat adalah makanan instan karena dominan wanita karir yang sudah memiliki keluarga ingin yang cepat saji agar tidak repot.

2.      Hubungan yang kedua yaitu pesan berupa produk yang ingin disampaikan kepada konsumen, dengan memperhatikan kualitas, target pasar, dan fungsi dari produk itu sendiri. Hubungan yang kedua yaitu produk yang telah dibuat kemudian dipromosikan. Promosi adalah salah satu cara memperkenalkan produk yang telah dibuat kepada orang lain, disampaikan dalam pesan yang komunikatif agar informasi sampai kepada konsumen. Misalnya penyebaran brosur atau flyer, memakai media internet (online), membuat poster yang menarik serta eye catching. Contohnya yaitu target pasarnya adalah anak remaja wanita yang sering berbelanja online, maka media pemasarannya dapat menggunakkan internet.

3.      Hubungan yang ketiga adalah pemilihan media serta tempat dalam hal penyampaian pesan tersebut, Berikut ini adalah beberapa jenis penyampaian media komunikasi yang berkaitan erat dengan strategi pemasaran :

a.      Iklan, yaitu semua bentuk terbayar dari presentasi non personal dan promosi ide, barang atau jasa melalui sponsor yang jelas.
b.      Promosi penjualan, berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percoba an atau pembelian produk atau jasa.
c.       Acara dan pengalaman, kegiatan dan program yang diseponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek tertentu.
d.      Hubungan masyarakat dan publisitas, beragam program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk individunya.
e.      Pemasaran langsung,penggunaan surat, telepon, facsimile, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau memintan respons atau dialog dari pelanggan dan prospek tertentu.
f.        Pemasaran interaktif, kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran, memperbaiki citra, atau menciptakan penjualan produk dan jasa.
g.      Pemasaran dari mulut ke mulut, komuni kasi lisan, tertulis, dan elektronik antar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa.
h.      Penjualan personel, interaksi tatap muka dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan presentasi, menjawab pertayaan, dan pengadaan pesanan.

4.      Hubungan yang keempat adalah target pasar sebuah perusahaan, siapa orang atau kelompok masyarakat yang dituju, dan jalinlah hubungan yang baik dengan konsumen.

5.      Hubungan yang kelima dalam strategi komunikasi dan strategi pemasaran adalah efek yang didapatkan dari produk yang sudah dipromosikan karena adanya hubungan, yaitu timbal balik berupa branding atau produk yang dikenal di masyarakat sehingga perusahaan tersebut mendapatkan profit atau keuntungan yang sesuai dengan targetnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar