Kamis, 16 Oktober 2014

Kategori brand equity, komponen brand equity, dan membangun brand awarness



5 Kategori brand equity :
1.      Brand awarness
2.      Perceived quality
3.      Brand association
4.      Brand loyalty
5.      Other proprietary brand assets

Penjelasan :
a.      Brand awarness
pengukuran atau nilai seorang konsumen terhadap penilaian sebuah produk baik menambah atau mengurangi penilaian tergantung dari kekuatan brand yang ditawarkan kepada pasar, dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa yang ditawarkan.
b.      Perceived quality
Perceived quality adalah opini atau pendapat konsumen terhadap merk produk, produk menciptakan harapan atau keinginan yang ingin dicapai konsumen. Perceived quality berhubungan dengan tingkatan keunggulan yang diciptakan produk, dari segi kualitas yang dapat memenuhi konsumen sehingga konsumen puas karena kebutuhannya terpenuhi.
c.       Brand association
Adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan ingatan konsumen terhadap produk, Kesan-kesan yang terkait merek akan semakin meningkat dengan semakin banyaknya pengalaman konsumen dalam mengkonsumsi suatu merek atau dengan semakin seringnya merek tersebut terlihat dalam strategi komunikasinya.
d.      Brand loyalty
Brand loyalty adalah ukuran keterkaitan pelanggan terhadap sebuah merk,Loyalitas pelanggan karena adanya respon positif membuat pelanggan memakai produk secara berkelanjutan.  Dengan demikian, loyalitas merek secara langsung dipengaruhi oleh kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan terhadap merek tertentu.

e.      Other proprietary brand assets
Adalah hal-hal lain yang tidak termasuk dalam 4 kategori diatas tetapi turut membangun brand equity



Komponen Brand equity
Penilai aset merek (Brand Asset Valuator-BAV) memberikan ukuran komparatif ekuitas merek dari banyak merek di kategori berbeda. Ada lima komponen atau pilar, menurut BAV:
1.      Diferensiasi, mengukur sejauh mana sebuah merek dilihat berbeda dari merek lain. Diferensiasi dapat dikatakan semua upaya yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan perbedaan diantara pesaing dengan tujuan memberikan nilai yang terbaik untuk konsumen. Contohnya botol merk susu milkuat yang berbeda dengan botol susu yang dijual pada umumnya,berbentuk harimau sehingga terlihat berbeda dalam segi atributnya terutama kemasan.

2.      Relevasi, mengukur keseluruhan daya tarik merek. Yaitu daya tarik atau kelebihan yang dimiliki merk, selain memiliki perbedaan merk juga dituntut untuk memiliki daya tarik agar ada daya jual yang tercipta didalamnya. Dari segi produk itu sendiri ataupun atributnya. Contohnya susu cimory memiliki beragam banyak rasa serta memiliki kemasan yang unik serta menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumennya.

3.      Harga diri, mengukur baiknya anggapan dan penghargaan konsumen terhdap merek. mengukur seberapa baik merek dihargai dan dihormati. Merupakkan respon positif yang timbul oleh konsumen sehingga konsmen mau menggunakkannya secara berkala atau berulang kali.
4.      Pengetahuan, mengukur seberapa akrab dan intimya konsumen terhadap merek itu. Apakah merk tersebut telah menciptakan citra baik terhadap konsumen sehingga konsumen memiliki respon yang positif dalam segi perilaku, sehingga konsumen mengkonsumsinya secara berkala atau berulang.

5.      Energi, mengukur arti momentum merek.


Cara membangun brand awarness

Brand awarness :
 Pengertian dari Brand Awareness itu sendiri adalah  kemampuan dari seseorang yang merupakan calon pembeli (potential buyer) untuk mengenali (recognize) atau menyebutkan kembali (recall) suatu merek merupakan bagian dari suatu kategori produk. Brand awarness juga merupakkan penanaman citra atau image yang sudah ada dalam benak konsumen, sebuah perusahaan dikatakan berhasil apabila sudah membrandingkan produk atau jasa yang diproduksinya.

3 tingkatan brand awarness :

1.      Brand recognition
Untuk mengetahui brand recognition biasanya adanya bantuan agar konsumen mengingat sebuah merek tertentu. Dalam hal ini adanya hubungan yang kuat antara keakraban produk dengan konsumen, yang membuat konsumen mengingat produk itu dengan ciri khas berupa atribut produk yang membantu konsumen mengingat jenis produk. Contohnya Campina

2.      Brand recall
Brand recall merupakkan pengingatan kembali merk dalam ingatan konsumen. Pengingatan kembali ini timbul saat merek tersebut muncul dalam benak konsumen setelah produk disebutkan. Dalam brand recall, konsumen tidak membutuhkan bantuan untuk mengingat produk. Contohnya teh botol sosro, teh dengan kemasan botol dan tagline “apapun makanannya minumnya teh botol sosro”.

3.      Top of mind
Adalah puncak ingatan konsumen terhadap produk atau merk, top of mind menjadi yang nomor 1 dalam ingatan konsumen. Tanpa adanya bantuan ingatan, konsumen memiliki kesadaran tinggi untuk sebuah brand karena brand sudah ditanamkan atau menjadi citra terhadap konsumen itu sendiri. Contoh : Aqua

Cara membangun brand awarness :
1. Distribusi yang ekstensif
2. Publisitas dan merek yang terkait dengan cerita artikel
            Brand awarness timbul karena adanya publisitas yang dapat diterima masyarakat, maka publisitas merk berupa cerita menarik dalam artikel dapat memikat konsumen.
1.      Penempatan produk dalam film atau game
Biasanya terdapat publisitas berupa iklan yang terdapat dalam film, produk berdiri sebagai sponsorship di film atau game.
2.      Pemasaran secara langsung
Pemasaran secara langsung sangat efektif karena dapat memperkenalkan produk secara langsung kepada konsumen dan konsumen dapat bertanya secara langsung tentang merk yang dipasarkan. Kemudian dengan mempromosikan percobaan produk di boat yang sudah disediakan akan menarik konsumen untuk melihat serta merasakan produk yang ditawarkan.
3.      Keberadaan web (internet) yang kuat
Internet adalah media pemasaran yang kini banyak serta mudah diakes oleh masyarakat, maka memanfaatkan internet sebagai media pemasaran adalah pilihan yang tepat